Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur dan terletak di perbatasan Aceh-Sumatera Utara. Istilah "Tamiang" berasal dari kata Da Miang. Sejarah menunjukkan tentang eksistensi wilayah Tamiang seperti prasasti Sriwijaya, kemudian ada riwayat dari Tiongkok karya Wee Pei Shih yang mencatat keberadaan negeri Kan Pei Chiang (Tamiang), atau Tumihang dalam Kitab Nagarakretagama. Daerah ini juga dikenal dengan nama Bumi Muda Sedia,
sesuai dengan nama Raja Muda Sedia yang memerintah wilayah ini selama 6
tahun (1330-1336). Raja ini mendapatkan Cap Sikureung dan hak Tumpang
Gantung dari Sultan Aceh atas wilayah Karang dan Kejuruan Muda pada masa itu.
Kabupaten ini berada di jalur timur Sumatera yang strategis dan hanya berjarak lebih kurang 250 km dari Kota Medan
sehingga akses serta harga barang di kawasan ini relatif lebih murah
daripada daerah Aceh lainnya. Di samping itu, kawasan ini relatif lebih
aman semasa GAM berjaya dahulu. Ketika seruan mogok oleh GAM diberlakukan di seluruh Aceh, hanya kawasan ini khususnya Kota Kuala Simpang yang aktivitas ekonominya tetap berjalan.
Demografi
Kabupaten
Aceh Tamiang merupakan pecahan dari Kabupaten Aceh Timur dan merupakan
satu-satunya kawasan di Aceh yang banyak bermukim etnis Melayu
(60%). Walaupun dalam jumlah populasi suku Jawa (20%) lebih banyak
dibandingkan dengan etnis Melayu, namun dalam pemerintahan orang Melayu lebih dominan. Selain kedua etnis tersebut, suku Aceh (15%) juga banyak dijumpai di kabupaten ini.[4]
Pemerintahan
Bupati
| No | Foto | Nama | Wakil | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Drs. H. Abdul Latief | H. Awalluddin SH, SPN, MH. | 2006 | 2012 | ||
| * | Anwar Ishak | tidak ada | 2012 | 2012 | Pejabat Bupati | |
| 2. | H.Hamdan Sati,ST | petahana | 2012 | 2017 |
Dewan Perwakilan
Kecamatan
- Banda Mulia
- Bandar Pusaka
- Bendahara
- Karang Baru
- Kejuruan Muda
- Kota Kuala Simpang
- Manyak Payed
- Rantau
- Sekrak
- Seruway
- Tamiang Hulu
- Tenggulun
Potensi Ekonomi
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan kawasan kaya minyak dan gas, meski jumlahnya tidak sebesar Kabupaten Aceh Utara, dan kawasan ini juga merupakan salah satu pusat perkebunan kelapa sawit
di Aceh. Di samping itu, Aceh Tamiang juga mengandalkan sektor angkutan
karena posisinya yang strategis, dan angkutan air merupakan salah satu
primadona alternatif karena kabupaten ini dialiri dua sungai besar yakni
Sungai Tamiang (yang terpecah menjadi Simpang Kiri dan Simpang Kanan)
dan Sungai Kaloy. Kabupaten Aceh Tamiang juga mengandalkan sektor
pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Kabupaten Aceh Tamiang memiliki beberapa tempat wisata yang
hingga saat ini perlu penataan yang serius dan dikelola dengan baik. Air
Terjun Tujuh Tingkat, Bendungan, Gua Walet, Pantai Seruway adalah
beberapa contoh tempat wisata di Aceh Tamiang yang perlu mendapatkan
perhatian untuk dapat dikelola menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.
Tokoh dari Aceh Tamiang
- Ismed Sofyan. Atlet Sepakbola nasional
- Derli Amalia Putri. Atlet Menembak internasional
- Fifi Young. Artis legendaris
- Helenius Henri de Cock. Mantan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada era Hindia Belanda
- Hunter Chalid. Master Nasional Catur [11]






Tidak ada komentar:
Posting Komentar